sajak, sastra, puisi, poetry, poem, writing, menulis, cerpen, novel, diksi,
 
kita bangun ruang ruang komunikasi.
untuk dapat kita berinteraksi.
bercakap dan saling berbagi
walau kadang membawa tangis
namun itulah yang harus kita jalani.

pada ujung ujung perbincangan
selalu saja hal baru kutemukan
tanpa sebelumnya tersadarkan
ada segala ditakar dibandingkan
tanpa satupun maksud yang lain.

kesetaraan tak ada bagimu
setelah banyak kudapat dari berjalannya waktu
tersandung tersungkur itu aku selalu
selalu tangan terulur tuk bangunkanku
tak pernah lelah mundur lalu
selalu ada mana kulelah dan mencarimu

andai kurasa kaki menjauh kini
tak sedikitpun hilang percaya diri
tuk hilang arah kemudian lalai
melepaskan apa yang slama ini tergadai

oleh Feriyanto Arief pada 02 Juni 2011 jam 6:11
 


Comments




Leave a Reply


sajak, sastra, puisi, poetry, poem, writing, menulis, cerpen, novel, diksi,