sajak, sastra, puisi, poetry, poem, writing, menulis, cerpen, novel, diksi,
 

Emak

Di bawah ruah panas matahari sesalku meleleh. keringat dan air mata terkuras jatuh di gunduk tanah merah. Di kedalaman samudra jiwa paling dalam, tsunami gelisah meluluh lantak keakuan paling cadas; menyembul ngambang potret buram masa lalu. Gelombang salah pun membuncah, menggerus serak sampah gelisah. Dan di dalam tanah, jasadmu musnah kembali jadi tanah.

Mak,
di atas pusaramu runcing kuku angin yang mencakar-cakar kulit pilu dan menyeret kesadaraan ke kesejukan belai kasihmu, ke kehangatan cahaya cintamu, ke kemulusan lestari doa-doamu adalah tetes jeruk nipis di atas luka guris.

Mak,
aku kangen. sungguh. bener-bener kangen. dalam sekali. Emak pasti tahu, kangenku adalah lolong srigala di bawah bayang bulan di atas tebing; mengoyak-ngoyak bening hening malam.

Mak,
aku kangen dipelukmu, mencium bau ketiak dan aroma keringatmu. Aku kangen saat kau jilati belek dimata, saat kau usap-usap dada mereda amarah, saat kau tiup-tiup ubun-ubun mengusir gelisah, menghembuskan rasa nyaman dan damai ke nadir sanubariku. Aku kangen Emak. Sungguh. Karena sayur asemmu masih berasa di lidah. Sambal terasimu, membuatku kesurupan pedes hingga kini. Aku pun masih pingin meneguk kopi panas racikanmu, Dan, Mak, aku belum lagi puas melahap nasi liwetmu.

Akulah anak bengalmu yang menguras tandes air susu di tetekmu, yang membuat keringatmu terus ngucur di tiap helai hari, yang memaksa kau selalu bertaruh nyawa atas salah yang kuanyam, yang tak bosan melatekkan beban dipundakmu hingga tidurmu terus tak nyenyak, yang menyematkan di dadamu gelisah namun selalu saja kau tahankan amarah; hingga keriput kulit mulusmu, hingga ludes cantik di parasmu.

Mak,
Aku tahu, meski dengan simpuh paling dalam aku benam dalam hening, sederas apa jua riak sungai doaku mendobrak pintu langit siang ini, kusadari, belumlah cukup tuk lucuti daki sesal yang lekat dalam diriku.

tapi pun begitu, Mak, please
biarkan aku memelihara
semua kangen
tentangmu.


 

sajak, sastra, puisi, poetry, poem, writing, menulis, cerpen, novel, diksi,