sajak, sastra, puisi, poetry, poem, writing, menulis, cerpen, novel, diksi,
 
Ary Moslem

seperti halaman, kecil, teduh, dan terang, kita memberi sepasang paraf pada awal kalimat sebuah paragraf. 
Aku berkata, "Seperti sepasang tanaman, kau melati yang bertangkai lebat, aku rumput air berdaun tinggi." 
Kau berkata, "seperti sepatah kata seru yang cemas, yang kupersiapkan di pucuk lidah, di balik pagar, ketika kau pulang dan hari berhujan." 

Matahari tak muncul di hari yang buta
Hujan tergantung, jatuh, aku tertimpa

 
 
Ary Moslem

‎"...jemu pada sajak yang begitu melulu,
kata-kata yang hanya dari itu hanya ke itu."

Bukankah bunga-adalah kata di kebun rahasia
jejari cantik bertulang lembut memetik
setangkai kata, sepatah bunga.

Siapa yang melarang, ia berkata, pada hari ini,
siapa yang melarang cinta pada kebebasan seperti kami?

Di kebun rahasia, siapa saja bisa memetik apa saja,
karena itu bukankah sesungguhnya tidak ada lagi rahasia?
Tetapi siapa kini perlu rahasia? di weblog, facebook, ia tertawa,
tetapi apakah kini masih ada yang rahasia?

 

sajak, sastra, puisi, poetry, poem, writing, menulis, cerpen, novel, diksi,