sajak, sastra, puisi, poetry, poem, writing, menulis, cerpen, novel, diksi,
 
Tahukah kamu, betepa sulit hati memindahmu
Dari yang gelap ke yang terang atau sebaliknya
Dari yang terang ke yang gelap sekedar untuk bernafas
Tapi bayang selalu ada bidadari

Tahukah kamu, ketika jalanku menapaki bumi
Penuh dengan kemaksiatan yang merajalela
Kamu yang selalu meyakinkanku bahwa kamu bidadari
Tidak mungkin bersamamu aku akan terjerumus

Tahukah kamu, kalaulah kupu-kupu ditaman ini
Mana yang harus aku pilih, tentunya kaulah jawabannya
Penghias warna-warni pelangi dunia tapi kau terindah
Dengan segenap langkahmu penuh doa dan taqwa

Tapi... tahukah kamu bidadari

Bagi sebagian orang mungkin kamu tidak apa-apanya
Bahkan kamu bisa saja layaknya wanita murahan
Berdasarkan tafsiran yang mereka miliki
Sehingga kau makhluk yang terhina dan dosa...

Tapi... tahukah kamu bidadari

Keindahan itu memang bermula dari fisik,
Kemudian turun ke sikap dan sifat yang ada padamu
Maka hendaknya kamu rawat dan jaga dengan imanmu
Dan juga akhlakmu agar tetap seperti bidadari dinanti

Karena akulah yang memuja bidadari seperti itu...

Pagi, 9/11/2011

 

 

Iman Yatiman Djaelani

 

Sore

11/09/2011

0 Comments

 
Huff, tak sangka dah sore
baru saja aku mau menulis

tapi ngga papa, karena aku ingin
sekedar menghibur saja dari kepenatan

Eh siapa tau ada yang bisa 
aku jadikan renungan ranum sore

Oh ternyata memang udah sore...

Met sore...!


Iman Yatiman Djaelani

 
 
‎Bingung, kenapa selalu kamu yang ada dipikiran
Sedangkan kamu menolak dengan jelas tanpa titik
tapi kamu selau hadir, menghampiri, dan menyapa
ketika aku butuh dukungan dan motivasi untuk bangkit
sehingga serasa percuma aku melawan, dan 
membuat aku terpuruk saja...!

Pergilah!, aku sudah rela dan ridha ko...!
jangan membuat aku bingung terus, cukup satu kali saja
jangan berkali-kali karena lama-lama kamu seperti gerwani
yang tega menyilet-menyilet tanpa rasa kasihan...

Maaf kan =*+...

Bandung, 30/10/2011 Iman Yatiman Djaelani

 
 
Sekedar tresno tapi udu cinta
sing di karepe dadi jantung hati
namun bade kepripun dereng wnten modale
lara ati tapi kusumaning ati tambah ati-ati

Seliramu dadi bayang-bayang kelabu
kadang teko kadang lungo maring wengine kulo
jalaran jarang kulino tapi mpean ono
ah, kulo niki seg nopo marang seliramu

Tresno opo cinta..?


Iman Yatiman Djaelani

 
 
Karena,

Tidak pernah shalat, tapi dermawan
Tidak pernah taubat, tapi suka menolong
Tidak pernah bersuci, tapi wangi
Tidak pernah berdoa, tapi lancar

Sebaliknya,

Suka Shalat, tapi kikir
Suka taubat, tapi tak peduli
Suka bersuci, tapi bau
Suka berdoa, tapi selalu terhalang

Kemudian, dia, mati...

25/10/2011

Iman Yatiman Djaelani
 
 
Terasa
sakit 
sekali
aku
dan 
dia
lambung
hidupku

IMD, 21/10/2011

Iman Yatiman Djaelani

 
 
Sela-sela waktu merangkum kata...
kata dimana aku harus menuangkannya?
takut kata itu membuatnya menjadi sedih
karena tak berisi, dan hanya sebatas ungkapan saja

Menangis, bolehkah aku menangis...
menangis karena rindu siraman penyejuk sanubari
karena yang demikian aku rela walau badan terasa sakit
sehingga aku bisa ada, hadir di hadapnmu...

Maafkan aku karean aku telah menangis..

IMD, 21/10/2011

Iman Yatiman Djaelani

 
 
Setitik embun membasahi malam, kala waktu terus bertanya pada sang pencipta
terpandang hati yang lembut kurasa disana, tapi belum merasa kau ada
sekedar saja, penat ini terasa menghilang begitu saja
mengarungi cakrawala hitam disanubari yang lemah

Aku tak berdaya….
Bila aku harus menatap pelangi, padahal itu hiasan
Yang seharusnya aku senang dan bahagia bersama pelangi itu
Tapi entah kenapa aku malu pada diri sendiri bersama pelangi itu

Apakah ini sebuah tanda… atau sekedar ilusi….?
Tanda karena aku terlalu berharap pada pelangi itu
Atau ilusi karena aku ini orang yang suka berimajinasi tinggi
Sehingga aku berpikiran yang terlalu jauh bersama pelangi itu

Oh tidak.

Sadarkan aku, wahai Allah Rabbku, pemilik jagad raya ini
Jangan sampai hambamu ini salah arah, jalan, dan tujuan
Aku hanya hamba biasa, yang tentunya masih banyak kekurangan
Jagalah aku, dan rawatlah aku, sehingga aku tumbuh menjadi pribadi yang engkau kasihi

Kalaulah ada, sekiranya pelangi atau kupu-kupu istana yang baik buatku
Sekiranya engkau tau, mana yang lebih baik untuk memadu kasih denganmu
Semoga engkau selalu meridhai jalan-jalan orang shaleh…. 

Syukran, ya rabb….?



IMD, 18/10/2011



Iman Yatiman Djaelani

 
 
Masih saja itu yang kuingat. 
Kau memang penghias yang handal. 
Tidak kusangka dan kuduga kau seorang penghias berbakat. 
Apa yang pantas aku berikan buat menghargaimu"

Iman Yatiman Djaelani

 
 
Setiap kali mencoba menghapus
semakin itu pula wajahmu terlukis jelas
memakan imajiku yang paluh dengan kesah
kembang pipitmu
menyelusuri pundi-pundi ketakwaan
menggoyah ketegaran iman
menutupi cahaya sang pencerah
kau siapa, aku siapa...?
tapi pujaan selalu ada buatmu
walaupun hanya lukisan tak berkuas.

IMJ, 9/10/2011

 

sajak, sastra, puisi, poetry, poem, writing, menulis, cerpen, novel, diksi,