sajak, sastra, puisi, poetry, poem, writing, menulis, cerpen, novel, diksi,
 
SEBUAH KISAH TENTANG SUNYI10/11/20110 Comments Edit | Settings | DeleteKetika liukan terakhir cahya lentera ,
di gelap malam itu padam ; Kawanku !
Hanya sunyi ,yang menggigil ;termangu ; memandangi waktu .
Mengais-ngais sisa kenangan , 
mengurai gelisah yang tetap menyala dalam bingkai tungku hati yang tak bernama.
.
Sesal pun , lalu bergegas berlalu !
Tanpa sempat mengucap salam pada isak !
Meninggalkan rindu yang kembali pasrah pada kuasa waktu .




oleh Bani Brahmantyo pada 18 Agustus 2011 jam 20:36
 
 
DIALOG DIBAWAH RUMPUN BUNGA KEMBOJA10/11/20110 Comments Edit | Settings | Delete"Cantikkah ..Wajah Ibu ..Ayah ?"

-Cantik Nak !,... sangat cantik...,Secantik bunga kemboja, yang tak lelah setia ,menemani hari-harinya di disini !.

" Senyum Ibu ! , manis juga ..Ayah !?"

-Tentu Nak ! , senyum Ibumu ...,senyuman yang paling manis ,diantara semua wanita yang ada !,semanis cita citamu , yang tengah kau rajut , dan bersama  ayah ,kita coba wujudkan ,agar Ibumu dapat tersenyum lebih manis lagi untukmu !

" Aku ..jadi ingin segera beretemu !,dengan Ibu ..! ,Ayah !"

- Ibu mu ,tak pernah berhenti menemui Nak ! ,Pada setiap tangis ,dan lenguh tarikan nafasmu !.

" Ibu , suka menangis juga ,Ayah ? "

- Yach ...Terkadang Ibumu suka menangis juga !, Tapi air matanya tak sempat jatuh ke tanah , para malaikat menangkapnya ,lalu menjadikannya untaian kalung mutiara ,untuk mu !

" Kapan Aku bisa memakai kalung mutiara " Air Mata",Ibu ...! , Ayah"  ?

-Nanti ....nanti Nak !,di suatu saat ...ketika bunga kemboja telah berganti warna,dan ketika kalian sudah dapat memahami kasih Sayang Ibu ,tanpa merasa perlu untuk bertemu ! .




oleh Bani Brahmantyo pada 01 September 2011 jam 13:42
 
 
    Kawanku !!,Akhirnya memang kita hanya mampu menitipkan harap pada sejarah ??... ya sejarah ??...dia yang akan menentukan akhir dari sebuah skenario yang kita semai hari ini . Walau kita tak akan pernah tahu ? di bagian kehidupan yang mana , kita dapat melihatnya kembali . ( terimaksih , sahabatku ! ,Kalian telah berkenan hadir , membagi rasa denganku .... membuat malam ,jadi terasa berkurang gelapnya !, Hanya sayang ...kalian tak jua punya waktu , untuk sekedar masuk sejenak , mengobrol , berbagi cerita ...tentang ...segala sesuatu yang mungkin masih mampu ...membuat kita tersenyum !! Salam !



    oleh Bani Brahmantyo pada 09 September 2011 jam 22:02
 
 
Seorang ibu tua termenung di tepi pantai, menangis tanpa suara.
Matanya nanap menatap langit lepas . ombak ombak kecil berkejaran.
Teringat masa ketika ketiga anak-anaknya masih kecil, sering bermain di sana.
Mereka hidup berempat saja, karena suaminya telah berpulang ketika anaknya yang paling kecil baru berusia satu tahun.
Sebagai ibu,telah berusaha berjuang sekuat tenaga untuk menyekolahkan anak-anak,meski memang nafasnya tak cukup panjang membawa mereka ke perguruan tinggi.
Kedua matanya yang cekung merayapi senja yang turun di antara barisan pohon-pohon kelapa.
Rasanya baru kemarin dia bersama anak-anak bermain di sana.
Ibu itu menghapus air matanya yang jatuh .
Ia tak mengerti mengapa kesedihan semakin mengiringinya dari tahun ke tahun.
Mungkin faktor usia atau kesendirian yang diliputi dengan kesepian. Sejak anak-anak mulai bekerja, seolah olah berlomba-lomba mereka meninggalkannya. Mesti dengan alasan yang bisa di mengerti, bekerja.
Waktu terus bergelinding tak terasa tahu-tahu anak-anak telah memasuki kehidupan lain : Menikah dan punya anak.

Harusnya dia mengerti. bukan meratapi diri.
Ibu tua itu masih menagis sesunggukan tanpa suara, pipinya yang keriput basah dialiri air mata.
Perempuan itu menutup jendela.
Berhenti berharap.
Satu dua tetes air mata masih menitik.
--
Holis,01102011.
 

SENJA.

09/14/2011

0 Comments

 
Pantai Pangandaran sore itu tampak begitu mempesona.

Semburat mentari yang ke kuning-kuningan menimbulkan 

cahaya keemasan,seolah menyepuh atap-atap rumah.


Semburat cahaya kuning yang terpantul dengan riak 

gelombang di pantai menciptakan aura ketenangan dan 
kedamaian.

 

sajak, sastra, puisi, poetry, poem, writing, menulis, cerpen, novel, diksi,