sajak, sastra, puisi, poetry, poem, writing, menulis, cerpen, novel, diksi,
 
Jack Waluya Angurbaya

Ibu,
Hari ini aku mengingatmu
Karena di barisan kalender bulan ini
Ada angka dua puluh dua
Yang katanya itu adalah hari ibu

Maafkan aku, ibu
Aku tak bisa lagi bersamamu setiap waktu
Untuk menemanimu ketika usia senja
Atau sekedar mendengarkan dongeng darimu

Ibu,
Masih nyata dalam ingatanku
Engkau begitu cemas melihatku
Ketika malam aku menggigil karena demam
Lalu engkau mengambil sebutir bawang merah
Engkau tumbuk siung bawang itu
Dan membalurkannya di badanku
Aku merasakan betapa tak bertepinya
Samudra kasih sayangmu kepadaku, ibu

Ibu….
Aku ingin kembali pulang
Melihat rambutmu yang sudah makin memutih
Seputih doamu yang kau panjatkan untukku

namun lampu-lampu jalan yang remang
telah mengaburkan jalan pulang
maafkan aku anakmu, ibu

Jakarta, 22 Desember 2011

 
 
Kemarilah sepi
Ajak diriku untuk bernyanyi
Bersama bisik deru yang kau sisipkan
Dalam irama jiwa yang berbalut rindu
Pancaran cinta yang kian membiru
Bersenandung dalam palung kalbu

Pintalan-pintalan rindu pada sang kekasih
Semakin banyak dan berbisik dalam lirih jiwa
Menyerangku dengan halus penuh kemesraan 
Membawaku terbang mengitasi gugusan bintang
Indah…..nan elok bercahaya 

Semalam tlah aku bisikkan suara cintaku
Lewat dingin malam yang menyapa dirimu
Menghempaskan keresahan jiwa dalam dada
Memerah saripati anggur dalam nada cinta
Menghadirkan mawar cinta di dalam altar istana

Mojokerto, 07 Januari 2008

Jack
WaluyaAngurbaya 
 
 
Dari sudut mata, hati mulai terjaga
Berbisik di telinga. Coba ingat semua
Dan bangunkanlah aku dari mimpi indahku
Kau menawarkan rasa cinta dalam hati
Ku tak tahu harus bagaimana
Untuk meraba mimpi atau nyata
Dan bedakan rasa atau suasana
Dalam rangka sayang atau cinta yang sebenarnya.
Janglah pernah melepaskan aku 
untuk tenggelam di dalam mimpiku.
Engkau yang aku puja
Semerbak wangimu mengantarkan aku 
Menuju pada damai yang engkau ceritakan
Ijinkan aku merasakan hangatnya jiwamu
Yang menenangkan ruhku ketika galau
Pada sari-sari cinta yang engkau jadikan adonan
Engkau berusaha mengajariku akan keindahan
Meraba Kenikmatan hidup yang samar, 
Tulusmu meyakinkan diriku disaat aku ragu
Untuk berani bermimpi 
Dan mengejar mimpi itu




Jack Waluya Angurbaya
Jakarta,

 

sajak, sastra, puisi, poetry, poem, writing, menulis, cerpen, novel, diksi,