sajak, sastra, puisi, poetry, poem, writing, menulis, cerpen, novel, diksi,
 

negaraku bernama negara pengaturan rekublik ngIndonesa
negara warisan ibuku bernama pertiwi gemah riapah ripih repeh
seluruh alam jagad raya mengenal dengan tehnologi korupsi
termaju dan terpesat didunia alam nyataNYA
presiden pengaturan
mentri kabinet pengaturan
gubuernur kepala daerah pengaturan
bupati kepala otonomi pengaturan
kepala dinas birokrasi pengaturan
camat pengaturan sing penting wani piro

dewan pengaturan rakyat
majelis pemngaturan rakyat
merekmerek semarak pengaturan tersebar
berkembang biak dengan sangat sempurna
ohhh negeri pengaturan kemana perginya
si harga diri jatidiri sihatinurani ahhhh bersembunyi
dibalik selimut kerinduan pada keadilan kian kumuh
terjual belikan mahkamam pepengaturan
peradilan pengaturan semua terpuruk
dimeja meja persidangan pengaturan

semoga kentutku tidak terkecal
si undangundang pengaturan
weladalahhhh ciloko kalau
si kentut pun di pengaturan negreri pengaturan

Tulungagung, 22 Desember 2011


 
 
oleh Gatot Nano Suyatno 

dalam pesta menyambut awal tiada akhirMU waktu
bergelinjang dalam desahan angin pikun agin tiada arah
angin tiada sejarah angin ketidakpastian nyaman sikita
berlindung diketiak sang waktu angin mauNYA begitu terlena
sikita membuang segala hajat segala syahwat diparit kalikali matiNYA
didada malam kian luas hingga ladangladang hati kesepian
terlantar digersang dirimba budipakerti kian menjauh
sikita berjajar dalam barisan mengejar tekteki alam 
menguras pengetahuan rasapirasa dipapan reklame
ohhhhhhh kenapa pondasi budipakerti terbuat dari kue onggolonggol
seperti jembatan kukar yang roboh tak sebab kau serakah
makan besi makan aspal makan baut makan segala
sikita ini binatang merek apa model apa apa apa
sepanjang penyusuran awal akhirMU muharam
simuhinanjiwaku tertunduk menyembunyikan kelamin

bismillah diawal alhamdulillah diakhir muharamMU terikut
do'ado'a entah berantah  mulutmulut menggaga lebar
tanpa tepi hakiki bersolek semonormenorNYA
hingga hidup kehilangan nyawa kehilangan roch cintaNYA
sikita tersandar pada reruntuhan bangunan katakata tuhantuhan
disaji dihidangkan dipiringpiring keseharian tanpa malumaluNYA
tanpa rasa takut pada tuhantuhan simuhinanjiwaku terus saja
menyelami dikedalaman cinta kasihMU mesti harus nungging
menenggelamkan segalagala di kubangan waktuMU

dalam pesta menyambut awal tiada akhirMU waktu 
bismillah diawal alhamdulillah diakhir  terikut
sepanjang penyusuran awal akhirMU muharam
simuhinanjiwaku tertunduk menyembunyikan kelamin
tanpa rasa takut pada tuhantuhan simuhinanjiwaku terus saja
menyelami dikedalaman cinta kasihMU mesti harus nungging
menenggelamkan segalagala di kubangan waktuMU

 

Tulungagung, 1 Muharam 1433 (27112011)

 

sajak, sastra, puisi, poetry, poem, writing, menulis, cerpen, novel, diksi,