sajak, sastra, puisi, poetry, poem, writing, menulis, cerpen, novel, diksi,
 
Sekejap lagi hari ini kan berlalu
Tapi aku tetap mencintaimu
Seperti matahari yang ingin mencumbu rembulan
Dalam taburan bintang gemintang
Meski bulan hanya meninggalkan senyum
Yang tak pernah dimengerti olehnya

Aku memang terlalu panas untuk kau dekati
Lagi pula seperti apa nantinya
Pastilah Gerhana tak terelakan
Kegelapanpun akan menimpa
Dan langit pasti akan kehilangan muka
Karena pelangi kan terus menangis
Sedangkan rembulan yang dicintai dia kan tertawa geli
Salahkah bila Aku mencintaimu wahai Rembulan ?

Oleh : Aboe Akbar Abi

 
 
ketika cahaya telah pudar merona
sang megapun mulai bersembunyi dibawah kelam
hitam pekat berayun didalamnya
bintik-bintik air mulai berjatuhan
lama kelamaan semakin membesar 
dan basahlah seluruh tubuh bumi ini

Kau yang ku nantikan akhirnya datang juga
telah lama aku menunggumu dalam kekeringan
lihatlah lumbung-lumbung air telah terkuras habis
aku hampir mati kehausan menunggu damba hatimu
sungguh kau dianugrahkan untuk kehidupan 
apa jadinya hidup ini tanpa mu


Aboe Akbar Abi
 

sajak, sastra, puisi, poetry, poem, writing, menulis, cerpen, novel, diksi,