sajak, sastra, puisi, poetry, poem, writing, menulis, cerpen, novel, diksi,
 
Kuhitung rintik hujan senja hari dengan perasaan pasti, karena aku tahu dia pergi untuk kembali bersama kabar yang kunanti.... Tapi.....Mungkin aku sudah tak disini lagi karena jiwaku sudah terkubur bersama mimipi dan janji yang tak pasti,..

Dien Khaerudin

 
 
Ini hariku dimana aku hadir dialam yang fana ini, mengembara mencari jati diri dengan segala romantika kehidupan yang aku alami sudah begitu banyak liku-liku yang harus aku lalui, suka dan duka datang silih berganti mengisi posisi dalam hati dan itu membuatku hampir frustasi hingga emosiku tak terkendali dan kadang lupa diri,....
Tapi itu cerita masa lalu dan aku tak mau terbelenggu waktu...
kini aku harus bergegas menyambut masa senjaku dengan secercah harapan dan pemikiran baru, walau masih samar tapi aku yakin selama mentari pagi masih bersinar disitu akan ada setitik asa yang bisa kuraih....
Terima kasih Ya Rabb, aku bersyukur masih diberi kepercayaan untuk menjalani kehidupanku, menghirup udaramu dan memeluk agamamu, pada-Mu kuberserah diri, tak ada kekuatan yang bisa kuubah selain idzinmu maka tunjukanlah jalan-Mu dan mudahkanlah semua urusanku....Amin...





Dien Khaerudin
 
 
Berjalan langkahi hari, merekam bayangmu pada pelangi hati yang temaran laksana bintang terangi jiwa yang sepi...
Padamu rasa ini tertuju, denganmu awan hitamku jadi biru.... 
Terimakasih dewiku, hadirmu bagai seteguk air sejuk penawar haus dahagaku...... 



  Dien Khaerudin

 
 
Perjalanan panjangpun selalu dimulai dgn langkah pertama dan aku awali dengan mengingatmu karena tadi malam dirimu hadir jadi bunga tidurku dan terbangkan anganku kepuncak khayalku hingga aku terjatuh dari tempat peraduanku, kupegang kepalaku yang berasa linu kejedot pintu lalu kulihat sekeliling dan kudapati istriku sedang duduk termanggu menatapku dengan wajah penuh tanya dia berkata padaku "tadi mimpi apa suamiku? Dengan wajah kaku dan tersipu malu aku menjawab sambi lalu" aku mimpi naik kuda denganmu! Lalu aku pergi keruang tamu tapi dalam hatiku aku berkata maafkan istriku bila dimimpiku bukannya dirimu!



Dien Khaerudin
 
 
Sudah sepuluh hari rasa ini terpenjara sepi, tak ada kabar tak ada cerita yang biasa aku dengar, semua terasa hampa tanpa hadirmu..rindumu yang selalu menggebu seakan sirna ditelan waktu... Apa yang terjadi dan dimana kau simpan semua rasa itu? Kemana kau titipkan rindumu, pada anginkah? Atau pada awan hitammu? Tolong kabari aku, jangan biarkan anganku larut dan mati dalam kubangan tanyaku! Tak sadarkah kamu, disebrang sana sesorang dengan segala kekhawatiran dan keputusasaannya menunggu kabarmu?tak banyak kata yang dia pinta, jika kau rela satu katapun baginya sangat berharga....



Dien Khaerudin
 
 
Bagai pelangi ikatan rasa yang kita miliki, penuh warna-warni dan beraneka yang menyatu dari seberkas cahaya putih dengan keberagaman sudut bias yang berbeda, lalu membentuk ornamen yang Indah tiada tara,kekuatan rasa yang kita punya sanggup menyatukan semua keragaman yang ada menjadi sinergi yang kuat terikat pada ikatan kasih yang maha dahsyat... Bertahanlah pelangi cintaku, teruslah bersinar hingga usai waktu...



Dien Khaerudin
 
 
Tak perduli berapa hari aku termenung disini karena lamanya 

waktu bukan masalah bagiku, 

tak perduli berapa malam harus aku 

lewati karena aku akan setia menanti bersama angin, 

bersama hujan yg menyatu dalam keheninganku, 

disini ditempat ini penantian panjangku bermuara tanpa batas 

masa dan aku akan selalu setia karena ku yakin penantianku tak 

akan sia-sia, 

hari yang panjang pasti ada akhirnya dan aku tak perduli walau 

aku harus merana....




Dien Khaerudin
 
 

Kebersamaan itu mulai terkikis abis hanyut oleh emosi yang tidak habis-habis, kepercayaan yang dulu kita banggakan mulai pudar terbawa badai amarah yang tak tentu arah. 
Semakin hari kehambaran rasa itu semakin terasa menyiksa jiwa sesakkan dada, kenyamanan yang dulu kita dambakan ternyata hanya sebuah cerita semu tanpa bumbu dan janji yang kita ikrar dulu tak ubahnya sebuah alunan suara tanpa nada yang mengalir kepadang tandus...
Mengapa semua ini terjadi? 
Perbedaan prinsip? 
Itu mungkin ! 
Tapi yang aku rasa semua itu berawal dari pengekanganmu yang tanpa pola dan keegoisanmu yang luar biasa, itu yang sangat aku tidak suka, dan apa yang kita dapati sekarang ? 
Semua asa itu karam oleh keegoisanmu yang tak kunjung padam.....


Dien Khaerudin
 
 
..... Bila mencintaimu suatu keharusan, pasti kucari celah waktu untuk bertemu lalu kucoba menuai asa dengan tenaga yang tersisa dan kesempatan yang ada, namun apa dayaku? keterbatasan hadirmu dan kebebasanmu yg terpenjara itu terlalu menyulitkanku sehingga membuatku jadi mati kutu, dan tak ada titik temu 

.......kini hanya bayangmu yang setia menghiasi dinding hatiku, entah sampai kapan kuharus menunggu, hanya dirimu yang tau...... tapi aku berharap sinar mentari pagi segera menyapaku dan bebaskan belenggu hatimu......



Dien Khaerudin

 
 
Jiwaku terbaring dipekat malam, 

lamunanku menerawang diantara kisi-kisi hati yang 
sunyi... 

Sepi...sepiku kian menjadi, 

menusuk uluhati hempaskan rasa pada kegamangan hati yang tidak biasa, 

lalu sejuta tanyapun hadir dihati menunggu kabar yang pasti tentang apa yg terjadi,
 
kemanakah dirimu selama dua hari??
 
Dimanakah kau tidurkan jiwamu saat aku sendiri??
 

sajak, sastra, puisi, poetry, poem, writing, menulis, cerpen, novel, diksi,