sajak, sastra, puisi, poetry, poem, writing, menulis, cerpen, novel, diksi,
 
ada endapan suara yang tertahan dalam bisu
dan hanya untaian aksara mengeja rasa yang beku
cairan tinta membeku diatas kanvas
menjadi nawala punggawa sukma

mampukah kau baca?
sementara air mata slalu menjadi embun
dan suram menjadi kabut dalam rona parasmu
sucikan hati,
ukir senyuman,dan binar kan mata dan hati mu
niscaya kau akan tau......

jalanlah manusiaku....



Lara Luca 
 
 
Masih ingatkah kamu
Suatu hari kita di Situ Ciburuy, danau yang airnya penuh warna
Jika disapa sang mentari membiaskan sejuta kemilau
Seperti permata berserakan tak teratur
Bocah –bocah kecil bertelanjang dada
Berlarian diantara sampan- sampan yang sedang menunggu para penumpang
Yang akan mengarungi keindahan danau itu
Betapa riangnya tawa mereka lepas dan tanpa beban
Kita duduk di tepi danau memandang dengan mata telanjang pesona alam ini
Saat kau sentuh jemariku ada getaran hangat mengaliri seluruh ruang sendi darahku
Sayup-sayup alunan melodi “why do you love me” menyapa telinga kita
dan kita larut dalam buaiannya



http://laralucaontheblog.blogspot.com/2011/02/situ-ciburuy-in-memories.html


 
 
Saat kutatap matamu yg sarat duka
Kulihat suara suara bibir dan lidah tajam menyayat
Rintih tertahan ditempa oleh kesedihan yang dalam
Sketsa yang tak terucapakan dalam kesangsian yang mengharukan
ini adalah sebuah sensasi yang tak terlihat secara kasat mata
Namun aku mampu mengejanya
Betapa aku ingin ciptakan sebuah danau tenang yang menarik sungai2 berkidung ke dalam palung matamu
Agar aku bisa memandang keindahan dalam tatapmu


http://laralucaontheblog.blogspot.com/2011/10/sensasi-matamu.html
 
 
Wahai....

Di bibir masa kisahku terucap
Di dinding waktu cerita kutulis
Begitu banyak dilema yang ingin kumuntahkan
Mual menahan rasa dalam jiwa
Sesak mengendap dalam benak
Penat tak kunjung dapat berucap
Yang mendatangkan diam
Begitu sarat nestapa
Begitu banyak kata-kata yang tersendat
Menghimpit deru yang makin memburu
Bahasaku makin sekarat
Isyaratku tak mau beranjak
Perasaan derita yang aneh
Tiba-tiba menggetarkan sukma
Begitu merasakan kebisuan
Dimanakah kini kasih bumi
Yang memberikan energi tuk bergerak?
Sedangkan dalam raga ini
Dalam jiwa ini
Ada segumpal darah merah mengharap suatu kehidupan
Bagai sekuntum bunga mengharap warna dan aroma
Agar keindahan tercipta dalam kalbu
Yang akan menghadirkan gairah surga dalam keanggunan nan jelita
Aku mohon selamatkan kisahku dari terkaman maut

Agar aku punya kesempatan tuk mengadakan ; '"aku sayang padamu.." 
http://laralucaontheblog.blogspot.com/2011/09/jangan-biarkan-kisahku-tertinggal-di.html

 
 
Petang telah malam
Namun kau disana masing terbaring diantara raga raga mereka
Wajah mereka pucat pasi
Seolah olah ngerinya tidur tlah merebut kekuatan mrk untuk bergerak
Sebab kesedihan telah menarik jiwa mereka yang labil
Seakan malam ingin menyembunyikanmu
Dan kelam yang lapar ingin menerkammu
Aku akan melindungi kamu sampai fajar datang
Lihatlah bagaimana mereka memandang kita
Dengarkan gemertak giginya dan bunyi patah tulang rusuknya
Sebentar lagi tubuh mereka terpisah dan darah segar akan mengalir di dadanya
Kembalah sblm fajar melemahkan hasratmu......!



Lara Luca
 
 
by Lara Luca 

Dikeheningan malam.....

Ia menghabiskan hari-harinya di rumah rumah pelacuran
Sejak senja hasrat telah terbakar oleh waktu yang terus berputar
Bergincu tebal bertopeng perih
Berdiri termangu di bawah lampu lampu pinggirin jalan
Menjual tubuhnya demi sesuap nasi yang dihiasi oleh airmata dan darah
Menyerukan gairah
Menawarkan birahi
Menjual harga diri
Pada raga-raga yang penat oleh debu-debu kota
Dikesunyian malam....
Saat jiwa-jiwa kotor gentayangan
Ia meneguk anggur yang mabuk bencana dan kepedihan
Membisikan sari surga diawali oleh rayuan- rayuan histeris
Matanya yang sarat nestapa memandang ke arah mata- mata jalang seolah minta persetujuan
Mengganguk dengan anggunnya
Menggelayut dengan manjanya
Kecemerlangan matanya membangkitkan gejolak jiwa
Kemanisan mulutnya membangunkan hasrat-hasrat yang sedang tertidur
Dikegelapan malam.....
Ketika jiwa berlomba menggapai mimpi
Ia seperti seorang yang telah menemukan cinta
Tidak menyadari pada saat itu hanya kebebasan birahi yang bergerak
Seperti angan yang mengambang di atas penciptaan dunia
Citarasa yang hanya melahirkan penyesalan yang dalam
Merebahkan asa karena kelelahan melewati jalan keinginan
Hatinya berselimut hantu hantu ketakutan dan keputusasaan
Disaat malam....
Masihkah ada cinta?
Masihkan rasa itu miliknya?
Akankah cinta mengangkatnya dari dunia kehinaan
Dan ketika Ia meminta sayap-sayapmu merangkulnya
Akan terlukakah Ia dengan kuku pencengkraman yang ada di balik sayapmu?
Ketika malam....
Birahi terkuras tuntas
Ia lelah berkepanjangan
Dengkuran nafas pramuria yang tertidur terdengar terengah-engah
Dahinya berkerut dalam pengharapan

"Cinta.... Alangkah kejamnya kehidupan ini" suara lirih igauannya seiring datangnya pagi

 

Disini

09/29/2011

0 Comments

 
Saat senja menjelang dibalik bias mega
Kuterpaku menatap segurat wajah tersenyum diatas warna jingga keemasan
Ia tersipu menyapaku
Menarikku dalam bayang semu dan menarikan lagam rindu
Dalam hati yang tertatih wajah itu memudar sendiri
Seiring tenggelamnya bola pijar merah yang kian tua itu ke peraduannya
Lalu wajah itu
wajah yang pernah mengisi cerita
Dimanakah..??
Hingga saat senjaku berlalu dibalut kelam,aku masih mematung sendiri
menikmati gelap


http://laralucaontheblog.blogspot.com/2011/09/menikmati-gelap.html
 
 
Saat bayang-bayang kenistaan melebarkan sayap hitamnya
Keserakahan mulai meniupkan pengaruh ganjil
Merentangkan kuku pencengkraman
Siap menerkam belas kasih
Mengobrak abrik kehormatan
Tak mau tahu itu kawan
Tak peduli  orang terdekat
Kau embat
Kau sikat
Bahkan ketulusanpun kau lumat
Habis perkara berlenggang tanpa beban
Acuh pada mata yang berkaca-kaca
Masa bodoh pada hati yang merintih pedih
Tiranmu tersumbat nafsu duniawi
Nuranimu tersesat di jalan laknat

Wahai pemilik wajah bertopeng Dewa
Darahmu bukan lagi merah
Tapi hitam keparat
Kau hanya pantas dibaringkan di atas bumi yang kotor
Debu-debu nista akan bercampur dengan darahmu
Sampai anjing-anjing yang kelaparan mencabik-cabik  dagingmu
Dan angin akan menghamburkan tulang-tulangmu

O, manusia berkepala ular berbisa
Pergilah....!
Bau busuk yang muncul dari hatimu yang berlumuran dosa
Mengendus oleh tipu muslihatmu
Menyingkirlah....!
Kau akan dikucilkan dan dilarang untuk memasuki altar orang-orang bijak
Kau hanya pantas dihujat dan dirajam serapah
Dan cepatlah bersimpuh sebagai pendosa

Sebelum kau disengat dengan kejam oleh lidah api neraka....!!!


http://laralucaontheblog.blogspot.com/2011/06/sajak-buat-si-keparat.html
 
 
Maaf ..... aku mengeluh ...!
aku hanya penikmat serpihan dr rangkaian kata2 yg terbuang tak layak di sejajarkan dgn Penyair
Aku Si "STIMULUS" 
Bukan "SITI MULUS"
Yang akan membuat jari2 birahi aksara kalian bergrilia menyentuh gelinjang kanvas2 perawan suci.....
Dan kalian akan puas berimajinasi dalam hitungan liar....!

 
 
Namun mengapa Kau sampai hati melepas ikatan tali suci itu Bang?
Kebersamaan telah lenyap dan kita telah terselubungi
Dan aku tidak melihat apa-lagi kecuali sayap-sayap cinta yang terbang
Tirai rumahku telah aku gulung untuk menutupi sorot mata ibamu
Lampu kamar telah aku padamkan untuk mengelabui ekspresi tipismu
Lanjutkan petualangnmu Bang....!


Lara Luca
 

sajak, sastra, puisi, poetry, poem, writing, menulis, cerpen, novel, diksi,