sajak, sastra, puisi, poetry, poem, writing, menulis, cerpen, novel, diksi,
 
**
Bila patah sayap, 
ambillah dua helai bulu respati, 
pasangkan di jari dua kaki, 
maka sayap sayappun terwakili, 
dan kaupun tetap terbang tinggi

Kanjeng Senopati

 
 
***
Kekasih...
Kecuplah aku dengan bait bait senandung malammu, 
agar sepi tak mencumbui. 
Biarlah kuretas kerinduan ini, 
dan hati tak mengunduh sepi

Kanjeng Senopati

 
 
‎***
Karena cinta telah kusematkan hatimu
Rindu ini sudah kukenakan padamu
Untuk menjadi sayap sayapmu
Menjadi selimut bagi jiwamu

Kanjeng Senopati

 
 
‎***
Kuikuti saja jalannya air, 
Kuturuti saja kemana mengalir
Kusanggupi saja meski mata pedih berair
Kurelakan saja meski malam mencibir
Kuhadapi saja walau sakit tiada akhir
Semoga tetap menjadi jiwa penyantun dan tak kikir

Kanjeng Senopati

 
 
***
Hingga malam menyambut, 
belum sebaris syairpun bisa kurajah. 
Rasanya jemari ini lelah menjamah, 
atau jiwa menari dalam gelisah

Kanjeng Senopati

 
 
‎***
Memeluk sepi
Mencumbui sunyi
Sendiri

Kanjeng Senopati

 
 
***
Lihatlah wajah wajah senja tak berdaya. 
Mengayuh waktu di antara guratan guratan luka, 
menelan masa tanpa harapan terbaca.

Kanjeng Senopati
 
 
***
Jadi cermin, kita akan terus menegadah dalam pongah, atau menunduk dengan lutut tertekuk

Kanjeng Senopati

 
 
‎***
Takkan kudustai hangat kecupan rindu
Meski jiwaku di pancung dengan tajam sebilah pedang kelukaan
Tak mungkin kukhianati teduh cinta yang kau sematkan
Walau hati diikat di tiang gantungan

Kanjeng Senopati

 
 
‎***
Taburi rasa ini dengan harum aroma bunga, agar indah bagai lukisan senja di cakrawala. Semoga cinta ini tetap perkasa meski waktu mencumbu senja


Kanjeng Senopati
 

sajak, sastra, puisi, poetry, poem, writing, menulis, cerpen, novel, diksi,