sajak, sastra, puisi, poetry, poem, writing, menulis, cerpen, novel, diksi,

tersesat

09/17/2011

0 Comments

 
kuhampiri kau
angin mengirim aroma tubuhmu
seharum kamboja, mirip wewangian
dimana kekasihku telah terlelap di ranjangnya
yang gelap dan sempit
tak seorangpun berhasrat menyapamu atau
mungkin sebagian orang beranggapan
kau tak lagi wujud

kutemukan kau
sembunyi di bawah rel
kereta api Parahyangan yang melintas
setengah jam lalu menuju Jakarta
kudapati kau menggigil
tubuhmu sedingin balok es
dengan bibir membeku seolah
kau memang tak dapat berkata-kata
bahkan untuk sekadar
menyebutkan siapa dirimu

ah,
kupungut saja kau
menyimpannya di saku celana jeansku
dibalut sapu tangan kumal berhias sulaman
dua huruf kapital pada salah satu sudutnya
sebab
kudengar dari pengeras suara
katanya:
kau tersesat
lupa arah kembali pulang
peluit baru saja dibunyikan, kereta api berikutnya segera berangkat !



Langit Lembang, 10 April 2010

 


Comments




Leave a Reply


sajak, sastra, puisi, poetry, poem, writing, menulis, cerpen, novel, diksi,