sajak, sastra, puisi, poetry, poem, writing, menulis, cerpen, novel, diksi,
 
oleh Nani S. Karyono pada 01 November 2009 jam 19:47

angin mengibarkan syalku.
mengajak lengan cemara menari,
rampak mengalun, di sekeliling bangku kita.
gemerisik.., helai rambutku
mulai bersentuhan, berangkulan, berayun,
menyenandung…

dibarengi gemintang, lampu taman menatapku cemburu,
tatkala kau rengkuh …..gelisahku.
sekali lagi, …desir angin bercengkrama dengan gerai rambutku,
meliuk-liuk…
“tak apa, kau akan terbiasa,” katamu.
lalu jemarimu lembut menyelusup di sela-sela rambutku,
merayap, …menelusuri…memilin ujung rambutku…

Duh!
lampu taman kian cemburu padaku,
kali ini bersekutu dengan dingin,
angkuh.
“sebentar lagi bulan desember, “ katamu.
tiba-tiba aku tersedak musim!
menggigil….
“biasanya salju akan turun,” katamu lagi.
terasa, aku terjerembab dalam detik.

mengapa ada benua?
di belakang bangku kita, ilalang sibuk mengobrol
tentang ucapan perpisahan dalam berbagai bahasa.
entahlah, mungkin mendengung, melengking atau sejenisnya!
bagai bunyi lokomotif kereta yang hendak kau naiki.
lalu tampak asapnya bergumpal-gumpal,
mengembun pada kaca-kaca
jendela-jendela
yang baru saja beku…
Bung, mengapa ada kereta?

(2009)

 


Comments




Leave a Reply


sajak, sastra, puisi, poetry, poem, writing, menulis, cerpen, novel, diksi,