sajak, sastra, puisi, poetry, poem, writing, menulis, cerpen, novel, diksi,
 
Aku awan
Kearah matahari melangkah
Angin membawaku tak tentu
Kadang ketepi gemintang
Keladang rembulan

Berarak bersama burung-burung
Sesekali singgah di musim penghujan
Tumbuh di tanah gersang
Pepohonan dan semi-semi
Di halaman hatimu berbuah rindu sabar

Tanah tandus desaku memaksaku menjadi kuncup
Di lautan dan batu karang
Tempat berteduh burung-burung di tangkai siwalan
Di tepian gemintang pada musim kemarau penghabisan
Aku air dalam dahagamu
Hingga musim penghujan
Beriak-riak menyusul ombak lautan
Berlayar kearah matahari dan bulan
Mengepak doa sepanjang pendakian
Pada takat-takat dangkal kulabuhkan jangkar
Pastikan layar tak sobek sepanjang pengembaraan

Aku temukan diriku terhimpit relung-relung lautan
Gelap sunyi paling sepi dalam lubuk matahari
Bingkai-bingkai sejarah tertata air mata
Jejak para pengembara nampak mulai sirna

Aku berjalan kearah matahari
Kala terbit dan tenggelam
Mengitari pengembaraan angin malam
Di pucuk dedaunan embun kehidupan

Aku berlayar mengikuti angin musim penghabisan
Burung-burung dan riak ombak berkejaran
Menyeretku kembali pulang
Ketepi lautan tempatku menanam sabar



oleh Kerikil Tajam 
Jakarta,16-08-2011

 


Comments




Leave a Reply


sajak, sastra, puisi, poetry, poem, writing, menulis, cerpen, novel, diksi,