sajak, sastra, puisi, poetry, poem, writing, menulis, cerpen, novel, diksi,
 
oleh Nani S. Karyono pada 23 November 2009 jam 12:32

butiran permata luruh
bersama syair yang kau dendangkan.
berkilauan,
kau untai dengan kejora
yang kau sematkan pada kerling mataku,
dan aku terpesona.
dihembus aroma kutum melati,
bulir-bulir oksigen yang menggelayut di setiap helai rambutku,
kau hirup.
hingga benderang:

indahnya pelangi yang bersandar pada bibir mendung,
dan kita khusyu menatapnya.
ditemani sisa gerimis yang kita sulam
melenakan alasan sepasang rusa tuk bercumbu.
berteduh pada senja,
yang semakin molek pada pangkal malam,
dan aku percaya.

kemudian,
mentari menumpang pada arak-arakan bumi.
menapaki angka-angka almanak.
hingga gemerlapmu meleleh
membaluti riwayat tentang gemintang yang berbinar,
kala langit berurai air mata.
tentang mawar merah yang merekah,
dibanjur derasnya hujan.
dan aku percaya,
hingga kemarin.

(2009)

 


Comments




Leave a Reply


sajak, sastra, puisi, poetry, poem, writing, menulis, cerpen, novel, diksi,