sajak, sastra, puisi, poetry, poem, writing, menulis, cerpen, novel, diksi,

bibir

09/16/2011

0 Comments

 

biasanya
tengah kuoles gincu
di bibirku yang meranum
ketika sinyalmu berkedip
mengisyaratkan barisan huruf digital
serupa pujian
tentang warna pink kemerahan
yang melebar melebihi garis bibirku
membuatmu lama
mengecupnya
karena bincang tak kunjung selesai

setelah itu
gincu hanya memiliki satu warna
menyepuhkan rayuan
di bibir kita yang semakin merekah
ketika semua bagian tubuh menjadi bibir
bahkan hati dan jantung

tak tersisa jeda
untuk sinyalmu yang bermain mata
selaras untaian kata
pada layar persegi panjang
dalam ruang jauh yang kita buat dekat:
“aku selalu rindu pink kemerahan di bibirmu”

september-januari 2010

 


Comments




Leave a Reply


sajak, sastra, puisi, poetry, poem, writing, menulis, cerpen, novel, diksi,