sajak, sastra, puisi, poetry, poem, writing, menulis, cerpen, novel, diksi,
 
oleh Feriyanto Arief pada 18 Februari 2011 jam 20:34

akhirnya....
kutemukan juga sedikit nyali...
untuk melangkah....
dan memburu bayangmu....
setelah berkutat... 
antara ingin...
dan enggan.

pada saat matahari setombak....
kuketuk pintumu...
dengan setengah harap...
ini bukan engkau...
atau...
sebentuk jawab...
maaf anda mengigau....
sehingga aku...
cukup punya dalih...
untuk kembali.

: sudah kukatakan...
engkau pasti kemari...
demikian kau membuka kata...
sebelum sempat kubicara.

>mendung kembali menggantung...
saat tanpa hitung.
rindu kita menglir...
tak berbendung.

 


Comments




Leave a Reply


sajak, sastra, puisi, poetry, poem, writing, menulis, cerpen, novel, diksi,