sajak, sastra, puisi, poetry, poem, writing, menulis, cerpen, novel, diksi,
 
harusnya sudah dari awal
kau sadari
kemana setapak ini mengarah
sehingga kau langkahkan kakimu
menuju sana.

terjal jalan yang kau pilih,
beronak dan penuh duri
serta lumpur lumpur penjebak
yang bahkan petualang bodoh pun
segera akan menyadarinya.

namun
kakimu tlah terlalu jauh
dan teriakan serta peluit tiada guna
saat tersadar
bukan oase, danau kecil atau 
air terjun yang kau dapat
sbagai pelepas dahaga yang kau kira
dimana kau bisa tenang 
membuka tenda di sana.

hanya fatamorgana..

lalu kenapa kau harus mencaci
sumpah serapah bahkan tangis
ku pikir
kau cukup tangguh untuk
berjalan pulang atau
mati di sana
sebagaimana halnya kesejatian
seperti petualanganmu yang
sudah sudah.

pilihan selalu ada..
andai kematianpun yang harus
kau tempuh.
matilah sebagai petualang..
hanya senyum..
tanpa air mata.




oleh Feriyanto Arief pada 31 Mei 2011 jam 6:40
 


Comments




Leave a Reply


sajak, sastra, puisi, poetry, poem, writing, menulis, cerpen, novel, diksi,