sajak, sastra, puisi, poetry, poem, writing, menulis, cerpen, novel, diksi,
 
oleh Feriyanto Arief pada 26 Juni 2011 jam 6:37

senyum ramah begitu saja mudah ditawarkan 
sapa sopan mengoyak lamunan, silakan kopinya tuan 
badan membungkuk tangan mencakung 
setumpuk koran kabar kosong sigap ditawarkan 

ini dunia lain 
dari hiruk pikuk ramai debu jalanan 
nafas tersengal cucuran keringat darah 
mencangkul nasib sawah tak bertanah 
pinggiran hutan belantara tak berdaun 
pekat hitam udara berselimut halimun 

ini kampung utopia 
dari sebuah kerajaan dinegeri dongeng 
raja, menteri, hamba sahaya berwajah sama 
punggung berat keranjang seribu topeng. 

lalu apa ? 
tak ada... 
harapan sudah lama pergi lewat kapal terakhir 
bahkan mimpi mimpi hanyalah minuman tersaji di cangkir 

nikmati saja 
artifisial sajian tegur sapa 
hangat kopi 
sejuk pagi 

 


Comments




Leave a Reply


sajak, sastra, puisi, poetry, poem, writing, menulis, cerpen, novel, diksi,