sajak, sastra, puisi, poetry, poem, writing, menulis, cerpen, novel, diksi,
 
menyusuri kelok pokok-pokok pinus bertakik

dengan sesekali kelebat bulan sabit malu-malu

rasanya sekian waktu tertempuh smakin mencekik

dengan rindu dari raut muka rimbamu

kantuk dan pegal mulai berasa akrab

saat malam mulai meninggi angkuh

dan masih saja kelok tak ada habis dengan gelap kian melembab

dingin, menyatu luruh

rehat sejenak tuk mengatur tekad dan nafas

berperapian harapan-harapan yang kita nyalakan

jalan tak akan selalu mulus !

masihkah kita akan dalam satu dengus tanpa saling tinggalkan ?

kau, aku terdiam beriring gemertak nyala perapian

dengan benakku dan benakmu menyatu menyerahkan kepada waktu

FA

02092011

 


Comments




Leave a Reply


sajak, sastra, puisi, poetry, poem, writing, menulis, cerpen, novel, diksi,