sajak, sastra, puisi, poetry, poem, writing, menulis, cerpen, novel, diksi,
 
(catatan seorang pengasong, untuk Bani Brahmantyo dan pak dhenya, Ahmad Yani)



Hanya sepi memagut
dari lorong-lorong gelap kumuh
dan cicit tikus
kurus lemah gontai berjlan tak tentu

lapak-lapak tunduk terdiam
dalam bisu yang luruh
rindu akan ramai yang kemarin

sementara preman-preman
dan bromocorah bertato
sengguk menangis
dalam gelimang bau spritus dan mulut berbusa

tak ada lagi kini, peluit parkir
tak ada lagi kini, jerit minggir-minggir
kuli angkut barang
lantang meminta jalan

lalu apa ?
sementara doa-doa tak lagi makbul
dan bau kemenyan dukun
tak mampu mengundang pembeli

pasar mati pagi ini
teronggok tak berkubur
menunggu harapan kian mengabur
terhisap bangunan-bangunan tinggi "makmur"

sialan !
tak ada lagi obyekan.


fa, 28092011

 


Comments




Leave a Reply


sajak, sastra, puisi, poetry, poem, writing, menulis, cerpen, novel, diksi,